Skip Global Navigation to Main Content
  •  
Skip Breadcrumb Navigation
Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Membuka Lokasi Baru

Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Membuka Lokasi Baru

Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Membuka Lokasi Baru

Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Membuka Lokasi Baru

Setelah memulai pembangunan konstruksi tahun 2007, kantor baru dan ruang fungsional ini 16 kali lipat dari lokasi sebelumnya. “Kami membangun Konsulat yang baru dan jauh lebih besar ini sebagai bukti bahwa Kemitraan Komprehensif antara kedua negara akan berlanjut secara lebih mendalam dan terus tumbuh hingga generasi mendatang,” ucap Konsul Jenderal Amerika Serikat, Kristen F. Bauer. Fasilitas baru yang ada akan menyediakan ruang yang lebih nyaman bagi para pemohon visa, ruang penerimaan untuk acara-acara spesial dan Pusat Sumberdaya Informasi atau Information Resource Center yang terbuka bagi semua orang saat jam kerja resmi.
Perwakilan Amerika hadir di Surabaya tahun 1866 saat Konsuler Agensi didirikan. Tahun 1918 berubah menjadi Konsulat dan tahun 1990 berubah sepenuhnya menjadi Konsulat Jenderal. Konsulat Amerika sudah menempati gedung Jl. Dr. Sutomo sejak tahun 1950. Wilayah tanggung jawab Konsulat Amerika Serikat adalah Jawa Timur, semua propinsi di Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah propinsi di Maluku. Gedung baru ini merefleksikan komitmen dan hubungan yang terus berkembang antara Indonesia dan Amerika Serikat sebagai bagian dari Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani Presiden Yudhoyono dan Presiden Obama tahun 2010. Fasilitas di kantor baru ini juga akan memfasilitasi pertambahan jumlah dan jangkauan berbagai program dalam masyarakat dan berbagai wilayah.
Gedung baru ini memiliki beberapa fitur ‘hijau’ yang menarik. Gedung ini memiliki sistem manajemen yang modern dan terkomputerisasi. Hal ini salah satunya sistem yang memonitor penggunaan listrik secara efisien. Gedung ini juga memiliki sistem manajemen untuk badai, didesain untuk menampung air hujan dan melepaskan air hujan secara perlahan ke kota dan akan meminimalisir banjir. Di gedung ini juga ada sistem pengolahan air limbah yang bisa menangkap semua air buangan dan mengolah air sebelum masuk ke sistem perairan di kota. Selain itu di dalam area gedung juga ada sistem irigasi dan air buangan yang telah di daur ulang untuk menekan jumlah air bersih yang terbuang ke perkotaan. Kaca dan jendela memiliki fitur arsitektur untuk melepas sinar matahari dan memaksimalkan pencahayan alami untuk menekan penggunaan listrik (tabir surya kayu di seputar eksterior gedung berfungsi mengurangi sinar matahari dan dibuat dari kayu Indonesia yang bersertifikasi, dan ada rak cahaya (rak cahaya besar di atas kubikal kerja setiap orang) yang merefleksikan cahaya alami ke ruangan kerja) dimana akan menerangi ruangan tanpa listrik…