Skip Global Navigation to Main Content
  •  
Skip Breadcrumb Navigation
US Consulate General commemorates Martin Luther King Day with educators in Surabaya
 
US Consulate General commemorates Martin Luther King Day with educators in Surabaya

US Consulate General commemorates Martin Luther King Day with educators in Surabaya

US Consulate General commemorates Martin Luther King Day with educators in Surabaya

US Consulate General commemorates Martin Luther King Day with educators in Surabaya

The U.S. Consulate General in Surabaya and the U.S. Embassy Public Affairs Regional English Office presented a 3-day education and teacher training outreach program focusing on the Dr. King’s “I Have a Dream” from January 15-17. Part of the dream includes enriching education, and the American English Language Fellows and English Teaching Assistants support education as part of the U.S. and Indonesia Comprehensive Partnership. Fourteen American English Teaching Fellows and 44 American English Teaching Assistants provided teacher-training workshops on creative materials in English teaching through songs, picture files, and newspapers at seven universities and fourteen secondary schools in Surabaya.
Each third Monday of January American’s honor the life and achievements of the Rev. Martin Luther King Jr., (1929–1968), the 1964 Nobel Peace laureate and the individual most associated with the triumphs of the African-American civil rights movement during the 1950s and 1960s. Dr. King was a champion of justice and civil rights in America, pushing for an end to the segregation which divided black and white Americans throughout the nation. As a champion of justice and peaceful civil disobedience his influence transcended national boundaries. His legacy and work for equality between peoples, in law and life, and the tragedy of his assassination in 1968 are remembered annually.

A moment Dr. King is most known for was 1963, when he delivered a speech of unsurpassable eloquence at a rally of an estimated 250,000 people who marched to Washington in support of the Civil Rights Act. Known ever since from its "I Have a Dream" passages, the speech gave impassioned voice to the demands of the U.S. civil rights movement -- equal rights for all citizens, including those who were born black and brown. It was one of those rare moments in history that changed a nation -- paving the way for a transformation of American law and life.
The three day program began with a gathering of teacher, education administers, and consulate partners to discuss the Legacy of Dr. King in public speaking and education
Abi Bakrin from STKIP Bangkalan University delivered remarks inspired by the legacy of Dr. King entitled “Indonesia, I Have a Dream".  Participants met over dinner to discuss his legacy as well as the importance of the ideals of equality, equal access to education, free speech, and free assembly he promoted in his life. 

Indonesia Translation:

Konjen A.S. Peringati “Martin Luther King Day” Bersama Kalangan Pendidik dan Aktivis Sosial di Surabaya

Surabaya – 16 Januari 2011. Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya dan Regional English Office (RELO) Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta menyelenggarakan berbagai kegiatan selama 3 hari, (15-17 Januari) di Surabaya untuk memperingati nilai-nilai yang diwariskan oleh pemimpin hak-hak masyarakat sipil Dr. Martin Luther King Jr.  dalam pendidikan dengan menggelar acara pertemuan yang dilanjutkan dengan acara makan malam bersama American English Language Fellows dan English Teaching Assistants di Indonesia. Pertemuan tersebut diselenggarakan di ballroom Hotel Shangrila Surabaya, dan dihadiri lebih dari 200 undangan yang terdiri dari tenaga pendidik (dosen dan guru), siswa, kalangan LSM, serta staf Konsulat.

Tema kegiatan selama tiga hari tersebut difokuskan pada semangat “I Have a Dream (Saya Memiliki Mimpi) ” dari Dr. King. Mimpi besar Dr. King tersebut antara lain adalah memperkaya pendidikan. Kehadiran American English Language Fellows dan English Teaching Assistants tersebut mendukung pendidikan di Indonesia dan merupakan bagian dari program Kemitraan Komprehensif antara Amerika dan Indonesia.

Masyarakat Amerika, pada setiap hari Senin di minggu ketiga bulan Januari, memperingati kehidupan dan pencapaian Pendeta Martin Luther King Jr. (1929-1968), penerima hadiah Nobel Peace Laureate tahun 1964, dan seorang tokoh yang diasosiasikan dengan keberhasilan gerakan hak-hak sipil dari kelompok African-American pada tahun 1950-an dan 1960-an. Dr. King adalah pejuang hak-hak sipil dan keadilan di Amerika, yang mendorong diakhirinya politik segregasi yang membedakan antara warga kulit putih dan kulit hitam di Amerika. Dr. King adalah salah satu pejuang keadilan yang pengaruhnya meluas melampaui batas – batas negara. Nilai-nilai yang diwariskan dan karyanya untuk keadilan bagi setiap individu diperingati setiap tahun.

Tahun ini, Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya dan Regional English Language Office mengadakan acara pertemuan dan makan malam dimana para tenaga pendidik dapat saling bertemu dan berdiskusi tentang nilai-nilai warisan Dr. King serta pentingnya cita-cita mewujudkan keadilan, akses yang sama untuk pendidikan, kebebasan berbicara, dan kebebasan berkumpul – nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Dr. King semasa hidup. 14 American English Language Fellows dan 44 English Teaching Assistants yang saat ini bertugas mengajar di berbagai daerah di Indonesia melalui program yang didanai oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat akan berkumpul dalam sebuah konferensi akhir minggu mengenai teknik pengajaran dan memberikan workshop untuk para guru dan dosen yang didasari oleh semangat Dr. Martin Luther King. Workshop yang diselenggarakan selama 4 jam tersebut mencakup materi tentang penggunaan materi kreatif dalam pengajaran bahasa Inggris seperti melalui lagi, gambar-gambar, dan koran dan dilakukan di 7 universitas dan 14 SMA/SMK di Surabaya.

Konsul Jenderal Amerika Serikat, Kristen Bauer memberikan pidatonya tentang nilai-nilai warisan Dr. Martin Luther King Jr. di bidang pendidikan dan juga berbicara tentang isu perubahan sosial. Abi Bakrin, mahasiswa dari STKIP Bangkalan juga akan memberikan pidatonya yang terinspirasi oleh pidato Dr. Martin Luther King Jr. yang berjudul “I Have a Dream”, yang akan mendorong gerakan hak-hak sipil, untuk masa depan Indonesia. Acara ini diselenggarakan sebagai penghormatan kepada seorang tokoh yang wafat dalam sebuah perjuangan untuk persamaan dan hak-hak sipil bagi semua orang dan bagi bangsanya, yang menjadi simbol aktivitas sosial yang dilakukan secara damai di berbagai belahan dunia. Nilai-nilai warisannya memberikan inspirasi bagi para pemimpin sosial dan mendorong perkembangan masyarakat sipil.